KALKULATOR MASA SUBUR

Hari Pertama Menstruasi Terakhir:

/ /

Siklus Menstruasi: Hari



Menentukan Ovulasi & Masa Subur

Dengan memperkirakan dan menghitung masa subur setelah haid, serta memahami apa yang terjadi selama siklus menstruasi, kita akan terbantu dalam merencanakan kehamilan ataupun untuk mencegah kehamilan.

Ovulasi merupakan proses yang terjadi dalam siklus menstruasi wanita. Pada proses ini folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur ke tuba falopi untuk dibuahi. Pada tahapan ini lapisan rahim telah menebal untuk mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi.

Ovulasi terjadi sekitar 12-14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Hari ketika terjadi ovulasi sangat bergantung pada siklus haid wanita. Jika siklusnya pendek, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi dapat terjadi hanya beberapa hari setelah haid berakhir. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui siklus haid agar dapat memperkirakan waktu ovulasi.
Masa subur wanita berkisar antara 4-5 hari sebelum ovulasi terjadi. Umumnya, masa subur wanita adalah 12-18 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur antara hari ke-11 sampai hari ke-17 setelah hari pertama haid terakhir. Hal tersebut berlaku bagi wanita yang mempunyai siklus haid teratur 28 hari.

Selain proses ovulasi, kehamilan juga sangat ditentukan oleh proses sperma menjangkau sel telur. Agar dapat hamil, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam.

Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Jenis kelamin ditentukan oleh kromosomnya. Artinya, sel telur wanita mempunyai kromosom X (dan X) dan sperma laki-laki mempunyai kromoson X atau Y. Sperma yang berkromosom X bila bertemu dengan sel telur akan menjadi individu yang berkromosom XX, menjadi bayi perempuan. Sedangkan jika sperma Y bertemu dengan sel telur akan menjadi individu dengan kromosom XY, menjadi bayi laki-laki.

Berdasarkan penelitian, sperma berkromosom X bentuknya lebih besar dan gerakannya lebih lambat, tetapi lebih kuat. Sebaliknya, kromosom Y bentuknya lebih kecil dan gerakannya lebih lincah dan cepat tetapi lebih lemah. Perbedaan sifat-sifat inilah yang dimanfaatkan pada saat melakukan hubungan intim untuk bisa menentukan jenis kelamin yang diinginkan.

Jadi, jika ingin bayi laki-laki, lakukan hubungan intim sedekat mungkin dengan saat ovulasi dan jika ingin bayi perempuan, lakukan hubungan intim 3 hari sebelum ovulasi, hentikan 2 hari menjelang ovulasi.